GIF – Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KTT Gaza meningkatkan kredibilitas Indonesia pada satu tahun awal pemerintahannya.
Penilaian itu disampaikan Rezasyah, saat menyoroti keseimbangan diplomasi Indonesia yang mampu mengelola kepentingan domestik dan peran global secara serentak.
“Presiden Prabowo benar-benar memerhatikan keterhubungan antara perkembangan di dalam negeri dan luar negeri. Karena itu, keduanya ditangani secara serentak,” ujar Rezasyah, Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan, kepemimpinan Presiden didukung birokrasi solid membuat kebijakan luar negeri selaras prioritas domestik, termasuk program Makan Bergizi Gratis, ketahanan pangan, dan energi.
Momen penting pertama ialah keterlibatan Indonesia dalam jaringan BRICS di Beijing, 3 September 2025, atas undangan khusus Presiden Xi Jinping.
Pada Sidang Majelis Umum PBB, 23 September 2025, Prabowo menegaskan sikap Palestina dan menawarkan 20.000 pasukan perdamaian jika dimandatkan PBB.
“Indonesia adalah salah satu negara yang berani mengajukan terobosan seperti ini. Dunia mengenal personel pasukan perdamaian Indonesia sebagai profesional dan berdisiplin tinggi,” ujarnya.
Momentum ketiga terjadi pada KTT Perdamaian Gaza di Mesir, 13 Oktober 2025, memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia melalui kehadiran langsung Presiden Prabowo.
Rezasyah menilai komunikasi Prabowo dengan Presiden Donald Trump turut memperkuat hubungan ekonomi-diplomatik, seraya mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB lebih representatif.(*)


